Indonesiavirals.com – Pendamping narsistik dapat melaksanakan kekerasan yang berakibat jauh untuk kita. Alhasil, berarti buat mengidentifikasi tanda- tandanya semenjak dini serta mengantisipasinya.

Dilansir dalam laman Kabarmedia.id, Pada 22 Agustus kemudian, bentuk serta pembawa kegiatan Amber Rose curhat lewat Instagram Story mengenai relasinya dengan Alexander“ AE” Edwards yang diawali semenjak 2018 dahulu. Dalam unggahan itu beliau menulis,“ Kala kalian jatuh cinta dengan seseorang narsisis…Otakmu menyuruhmu berlari kala hatimu mengatakan bertahan. Persoalan tidak terjawab, gaslighting, penghalang, membelokkan, memfaalkan. Aku berambisi gampang untuk aku buat membenarkannya, namun itu tidak buat aku jalani. Rasa sakitnya amat dalam, paling utama bila terdapat kanak- kanak yang ikut serta.”

Berita Indonesia Harian, Catatan itu dibuatnya sehabis mengklaim Edwards main mata dengan 12 wanita. Lebih lanjut di dalamnya beliau mengatakan, beliau hendak senantiasa menyayangi Edward namun ia siuman tidak dapat memulihkan pria itu, cuma Edward Lah yang dapat melaksanakannya.“ Aku ketahui aku wajib melepaskan diri aku di depan biasa ataupun aku hendak bermukim selamanya tidak sempat menyambut cinta yang aku dambakan serta minta…”

Pengalaman berduaan dengan orang narsistik pula sempat dirasakan hipnoterapis klinis serta ahli penyembuhan guncangan Ronia Fraser, serta diceritakannya dalam Stylist. Beliau berkata, pada awal- awal menjalakan kedekatan dengan mantannya, segalanya terasa bagus, terlebih sebab mantannya itu menghujaninya dengan bermacam kebaikan( yang setelah itu Fraser sadari ialah love bombing, strategi akal busuk seorang dalam kedekatan romantis).

Berita Terupdate Harian, Selang sebulan, mantannya itu mulai berlagak dingin serta kejam kepadanya. Mantannya bilang terdapat wanita lebih pantas menurutnya dari Fraser, sering nyuekin pesan- pesan yang Fraser kirim, membuat Fraser kesekian kali merasa bersalah atas perihal yang tidak dikerjakannya.

Walaupun telah menyambut bermacam perlakuan kurang baik mantannya, Fraser sedang lama bertahan dengan impian apabila beliau lebih menyayangi mantannya itu, suasana hendak berganti. Tetapi yang terjalin, Fraser terus menjadi kehabisan dirinya sendiri serta sahabatnya, serta merasakan keresahan berkepanjangan yang menimbulkan kendala raga.

See also  Detective Comics, 7 Karakter Yang Sering Muncul Dalam Film DCEU - Indonesia Virals

Hingga kesimpulannya, Fraser siuman dirinya sudah jauh tersesat. Beliau juga bersusah lelah memperbaiki dirinya.

Kekerasan narsistik melingkupi akal busuk, siasat menggerogoti bukti diri seorang serta brainwashing, menimbulkan post- traumatic stress disorder( PTSD). Sebab traumanya mendalam, cara pemulihannya juga hendak jauh,” catat Fraser.

Beliau pula mengatakan, walaupun kekerasan narsistik bukan perihal asing lagi di alat sosial, perihal ini sedang jadi tipe kekerasan yang sangat tidak sering diketahui serta dimengerti. Sebab itu, kerapkali korban lama terperangkap dalam kedekatan toksik dengan pendamping narsistiknya begitu juga Fraser natural.

Memahami Wujud Narsistik

Memahami Wujud Narsistik
Harian Teraktual Virals

Fraser mendeskripsikan kekerasan narsistik selaku wujud kekerasan penuh emosi yang dicoba seorang dengan watak karakter narsistik. Pelakon kekerasan ini merupakan sosok- sosok yang memiliki permasalahan self esteem serta mau menjauhi rasa malu sebisa bisa jadi.

Dalam The Healthy, psikolog Elinor Greenberg melaporkan, dalam bagan menjauhi malu, orang narsistik dapat memakai tata cara berlebihan, tercantum mengurangkan banyak orang di sekelilingnya, beraga lebih hebat, ataupun amat sensitif hendak suatu yang untuk orang lain tidak jadi kegelisahan.

Hendak namun, tindakan beraga sangat hebat tidak saja terdapat dalam diri orang narsistik. Postingan“ Why some narcissists actually hate themselves” di BBC

berikan perspektif lain. Di situ dituturkan, terdapat 2 tipe narsistik:“ vulnerable” serta“ grandiose”. Orang narsistik tipe awal memiliki self esteem kecil, sedangkan yang kedua malah kelewatan.

Bagi riset dari New York University, yang lebih bisa jadi diucap narsistik sebetulnya merupakan banyak orang yang“ vulnerable” sebab mereka tetap mencari konfirmasi serta atensi buat tingkatkan pandangan mereka di mata banyak orang. Sedangkan, grandiose narcissists dikira periset studi ini lebih ke arah psikopati sebab mereka membuktikan empati amat kecil kepada sekelilingnya, dengan saja mengunggulkan diri sendiri serta berupaya berkuasa.

See also  Deretan Playlist 10 Soundtrack Anime Terpopuler - Indonesia Virals

Ternyata memandang orang narsistik selaku wujud dengan self love kelewatan, guru besar di California State University, Los Angeles serta psikolog klinis Ramani Durvasula berkata,“ Narsisisme tidak sempat mengenai self love, ini nyaris seluruhnya mengenai memusuhi diri sendiri.” Ini tidak bebas insecurity serta rasa malu begitu juga dikatakan Greenberg mulanya.

Terdapat juga isyarat lain yang sering nampak dari orang dengan watak narsistik merupakan:

  • Kerap membesar- besarkan pendapatan serta statusnya
  • Sering cemburu kepada orang lain
  • Terobsesi dengan keahlian, kewenangan, kecantikan atau kegantengan, ataupun kesuksesan
  • Memerlukan aplaus lalu menerus
  • Suka menggunakan orang lain untuk kepentingannya
  • Tidak ragu melampaui batas ataupun melanggar ketentuan buat menang
  • Senang mempersalahkan orang lain serta menginvalidasinya
  • Yakin mereka istimewa serta cuma dapat dimengerti banyak orang yang serupa istimewa dengannya

Butuh dicatat terdapat garis antara orang yang memiliki karakter narsistik dengan bersikap narsistik. Dalam Psychology Today dituturkan, orang dengan karakter narsistik yang jadi patologi membuktikan bermacam ciri mulanya dalam gelombang, keseriusan, serta lama jauh lebih besar dari yang bersikap narsistik.

Selaku ilustrasi, pada satu momen, seorang sedemikian itu besar hati dengan pencapaiannya serta setelah itu beraga bagaikan atasan, namun berjalan pada durasi itu saja. Ini lebih masuk sikap narsistik. Sedangkan, orang narsistik yang patologis hendak lalu beraga bagaikan atasan, mengakibatkan area yang toksik dengan memanfaatkan banyak orang lain ataupun kedekatan untuk kepentingannya sebab senantiasa merasa dirinya superior.

Apa yang Dapat Kita Jalani?

Pasti tidak gampang menempuh kedekatan dengan orang narsistik. Dalam Mediaberita.id diklaim, pendamping narsistik umumnya susah betul- betul menyayangi orang lain sebab beliau tidak ataupun kurang menyayangi dirinya sendiri. Mereka sedemikian itu fokus pada dirinya alhasil tidak dapat memandang pendamping selaku orang terpisah serta sekelas. Kerap kali, mereka pula memandang serta memperhitungkan pendampingnya dari gimana pendampingnya itu dapat penuhi kebutuhannya saja.

See also  13 Modifikasi Tubuh Paling Ekstrim Di Dunia

Hendak susah buat menciptakan kedekatan segar bila pendamping kita nyatanya teridentifikasi klinis selaku seseorang dengan karakter narsistik. Alasannya, kemampuan terbentuknya kekerasan semacam Fraser natural amat besar. Cuma bila pendamping narsistik ingin berupaya mencari bantuan handal serta lambat- laun mengendalikan tindakannya, impian dapat timbul. Kita cuma dapat mendukungnya membaik, bukan betul- betul membenarkannya begitu juga pengalaman Amber Rose.

Sokongan itu dapat dimulai dengan usaha buat mengidentifikasi tipe narsisisme pendamping serta dari mana sumbernya. Bagi Susan Krauss Whitbourne, guru besar emerita aspek Psychological and Brain Sciences di University of Massachusetts Amherst dalam Psychology Today, apabila nyatanya pendamping masuk tipe vulnerable, kita tidak butuh lalu memberinya konfirmasi sebab ini cuma penuhi egonya. Ternyata, kita butuh memantapkan ia seperlunya saja dalam mengalami insecurity- nya.

Whitbourne pula menganjurkan, bagaimanapun, kita butuh senantiasa fokus pada tujuan serta keinginan kita serta tidak terperangkap buat penuhi kebutuhan pendamping semata.“ Bila pendamping masuk tipe grandiose, kalian memerlukan membenarkan perasaannya namun senantiasa jalur lalu tanpa terpengaruhi oleh itu,” tutur Whitbourne.

Pendamping narsistik dapat membatasi kita mencapai tujuan khusus serta cuma ingin atensi kita ditunjukan padanya. Kita butuh membenarkan perasaan tersendat sebab perilakunya ini serta setelah itu berupaya menghentikan pendamping kembali melaksanakan perihal serupa dengan membahas keluhkesah kita kepadanya. Bersamaan dengan itu, kita butuh memutuskan batas supaya pendamping narsistik tidak semena- mena melalaikan keinginan kita.

Bila kita telah berikan sokongan namun pendamping narsistik senantiasa melaksanakan kekerasan, membuat kita merasa tidak berakal, ketergantungan dampak manipulasinya, kita butuh pula mencari sistem pendukung serta membebaskan diri darinya. Ini bermaksud buat menghindarkan kita dari kehancuran lebih akut dengan cara penuh emosi, alhasil wajib melampaui cara penyembuhan amat jauh.

Share:

Avatar

author